• Patereman Modung Bangkalan 69166 Madura Jawa Timur Indonesia
  • +62 852 5777 3333, 08193 8108 222
  • Senin - Sabtu: 7:00 Wib - 16:00 Wib

Our Blog

Debat Kandidat Capresma dan Cawapresma STEBIA Bangkalan; Mahasiswa Kritis, Produktif, dan Berkreasi.

Organisasi kemahasiswaan merupakan wadah mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas kemahasiswaannya berupa aspirasi, inisiasi, atau gagasan-gagasan positif dan kreatif melalui berbagai kegiatan yang relevan dengan tujuan pendidikan nasional. Di dalam organisasi tidak lepas adanya kepengurusan seperti halnya ketua, pimpinan, hingga presiden mahasiswa.

Konsepsi pemikiran manusia ingin mendapatkan kebebasan memilih dan menentukan prinsip perjalanan hidupnya, menumbuhkan semangat demokrasi dan mengembangkan jiwa kepemimpinan di kalangan mahasiswa. Hal tersebut seperti di STEBIA Bangkalan yang telah melaksanakan debat kandidat Presma dan Cawapresma di gedung STEBIA, Patereman Modung. Minggu, (01/03/2020) .

Acara tersebut dibuka langsung oleh Hayyul Mubarok, M.Pd. selaku penanggung jawab bidang kemahasiswaan. Dalam sambutannya beliau mengatakan, ”mahasiswa merupakan bagian ruh dalam kampus. Mati hidupnya kampus juga tergantung mahasiswanya. Jika mahasiswanya diam seperti mayat hidup, maka kampus tidak akan berwarna. Kampus yang berkembang itu berangkat dari keseimbangan, seperti dosen dan mahasiswa yang berada di tujuan yang sama”.

Pernyataan beliau tersebut menunjukkan adanya motivasi yang mengajak mahasiswa serius berorganisasi. Sebab jika Mahasiswa hanya main-main, maka kampus tidak akan berkembang. Kontekstualitasnya persepsi sedemikian merupakan dorongan untuk membangkitkan semangat mahasiswa beraktivitas di Kampus dan menghasilkan karya.

Ada dua kandidat presiden dan wakil presiden Mahasiswa STEBIA Bangkalan  di antaranya Paslon 01 Kholili dan Lukman Sumbri sedangkan Paslon 02 Moh. Rokib dan Ahmad Kholili. Debat dimulai dengan paparan visi dan misi para calon, serangkaian pertanyaan dari pimpinan debat serta dari mahasiswa yang ikut menyaksikan. Saling menjatuhkan melalui argumen terjadi, keseruan mulai nampak saat semua mahasiswa yang menyaksikan bersorak dan tepuk tangan atas argumen yang dilontarkan oleh semua kandidat.

Debat terbuka berjalan dengan lancar dan kondusif. Suasana semakin bergemuruh ketika sesi tanya-jawab antar pasangan calon. Selain itu, tanya-jawab dari peserta yang hadir pun tidak kalah meriah. Masing-masing pendukung paslon hadir dengan atribut dan yel-yelnya masing-masing. Debat terbuka ditutup dengan deklarasi damai saling berjabatan tangan.

HMb

Berita Terkait